ABOUT

adalah manifestasi dari proyek Multitude of Peer Gynts di tahun 2020. Judul dan bentuk manifestasinya tumbuh dari alasan awal projek kolaborasi lintas-Asia ini: pertanyaan atas rasa takut dan kecemasan yang tercipta dari semakin tajamnya arus mobilitas dunia kita hari ini. Ketakutan yang dimaksud oleh penelusuran karya ini adalah rasa takut atas apa-apa yang asing (the other), suatu ketakutan mendasar yang (mungkin) primordial, suatu UrFear. Di saat pertukaran global semakin tidak tertawar, ketakutan ini pun semakin tak bisa diredam.

Bekerja dengan beragam seniman dari berbagai tempat saat pandemi merangsek batas-batas negara dan memaksa kita untuk diam/berhenti (immobile), kami memutuskan untuk mewujudkan karya ini sebagai suatu tempat silang pertemuan dari yang ragam: ragam kenyataan, ragam subyek, ragam Huhu dan ragam Peer Gynt, serta dinyatakan melalui ragam karya individual dalam pendekatan modular.

Cara ini, kami berharap, bisa menjadi jalan terdekat untuk mengenali dan balas menatap ke mata UrFear, si ketakutan purbawi itu.

Peer Gynt adalah naskah drama yang kini dianggap sebagai salah satu kanon teater modern. Berkaitan dengan beragam tantangan teknis yang terkandung di jalan ceritanya, naskah ini mulanya tidak dimaksudkan untuk dipentaskan. Ditulis oleh Henrik Ibsen sebelum ia menempuh fase kepenulisan realistik, naskah ini mulai mendapatkan momentumnya pada akhir abad 19 dan pergantian abad 20.

Karakter Peer Gynt adalah tokoh utama naskah ini. Digambarkan sebagai pemalas, individualis, dan egois, Peer Gynt menjalani hidup untuk memuaskan hasrat yang mengantarkannya pada serangkaian peristiwa kebetulan, termasuk kebetulan mengelana keliling dunia dan menjelajah dunia oriental.

Dengan memusatkan perhatian kami pada bagian 4 dan 5 dari naskah ini, kami bertumpu pada pembacaan atas Peer Gynt sebagai prototipe subyek yang bersiasat dengan batasan kawasan (negara, benua, agama, pasar); suatu subyek kosmopolitan. Dalam pendekatan kami, sekelompok seniman dari belahan Selatan dunia, yang melihat dengan kacamata dunia di sekeliling kami hari ini, subyek seperti Peer Gynt semestinyalah tidak tunggal dan tidak hanya merepresentasi dunia dari sudur pandang Eropa. Sebab pengalaman atas globalisasi demikian ragam, maka Peer Gynt pun mestilah jamak, suatu multitude/kerumunan yang berasal dari berbagai latar dan alasan. Bagaimanakah Peer Gynt dari dunia Selatan akan mengalami kenyataan pertukaran global?

Huhu adalah tokoh minor yang hanya muncul sekali dan selintasan di naskah Peer Gynt karya Ibsen. Tokoh Peer Gynt bertemu karakter ini, salah satu pasien di Rumah Sakit Jiwa di Kairo, ketika ia juga terjebak sebagai pasien di sana. Jika dibaca dengan cermat, Huhu adalah satu-satunya hubungan nyata teks ini dengan Nusantara kala itu: ia digambarkan datang dari tempat dimana orangutan berasal, lalu berpetualang ke Malabari, sebelum terdampar bersama Peer Gynt di Kairo. Dalam teks itu, ia sepenuhnya yang asing dan tak terpahami. Ia sendiri menyatakan jika suaranya (suatu UrTongue, lidah/suara asali) tak lagi ada, diganti oleh suara/bahasa sang kolonial —suatu kenyataan perampasan suara yang masih terjadi hingga hari ini.

Adalah proyek kolaborasi teater kontemporer lintas-Asia (Indonesia, Jepang, Vietnam dan Sri Lanka), yang menjelajahi “rasa takut/kecemasan” dan “pergerakan/kediaman (im/mobility)” di Asia kontemporer, berdasarkan pembacaan dan interpretasi atas lakon Peer Gynt karya Henrik Ibsen.

Dimulai pada tahun 2018 oleh Yudi Ahmad Tajudin (sutradara) dan Ugoran Prasad (dramaturg) dari Teater Garasi, Indonesia, proyek ini disusun melalui lokakarya kolaboratif yang dirancang dengan seniman ternama seperti Takao Kawaguchi (seniman performance-penari-koreografer), Yasuhiro Morinaga (seniman bunyi-komposer musik), Micari (aktor-performer), dari Jepang, Venuri Perera (koreografer-penari) dari Sri Lanka, Arsita Iswardhani, Gunawan Maryanto dan MN Qomaruddin (aktor Teater Garasi) dari Indonesia, serta Nguyen Manh Hung (artis visual) dari Vietnam. Selain bekerja dengan seniman-kolaborator utama, proyek ini juga mengundang dan berkolaborasi dengan seniman lokal lainnya di setiap kota/negara setiap kali karya digarap dan dipresentasikan.

Proyek lintas-Asia ini memandang lakon Peer Gynt-Ibsen sebagai panduan taktis pergerakan global, perlintas-batasan, laku gentayangan dan bersengaja tersesat di dunia yang menakutkan, gelisah, dan goncang. Yaitu: tersesat dalam pencarian atas rumah. Dari sudut berbagai penjuru di Asia, menatap ke dunia yang terus menyusut dan terbagi-bagi, Peer Gynt bagi kami hadir mendorong kami untuk bepergian, untuk terus mencari dan bertanya, untuk mengungkap dan membongkar dunia dan politik global yang telah dipetakan. Peer Gynt menuntut sebuah peta dunia yang berbeda dan proyek ini berupaya untuk memenuhinya.

Pada tahun 2019, dari tanggal 5 sampai 19 November, proyek ini berhasil mementaskan Peer Gynts - Asylum’s Dreams, perwujudan Multitude of Peer Gynts versi Shizuoka. Pentas yang berlangsung selama 2 minggu ini berhasil mengundang kurang lebih 2000 penonton.

Pertunjukan di Shizuoka adalah puncak dari 3 tahap perwujudan proyek kolaborasi lintas-Asia ini di tahun 2019. Fase pertama dilaksanakan selama 2 minggu di bulan Agustus-September, di Flores Timur, Indonesia, dan fase kedua di Tokyo, juga selama 2 minggu di bulan Agustus-September 2019.

Awalnya, di bulan Juni dan Juli tahun 2020 ini, kami berencana untuk melabuhkan proyek ini di Yogya dan Jakarta. Setelah Flores --sebuah situs yang relatif pedalaman di bagian Timur Indonesia dengan sejarah sosial dan kebudayaan yang khas, lalu Tokyo dan Shizuoka di tahun 2019, Yogya dan Jakarta berharga untuk dilihat lebih dekat kekhasan lokalitasnya, sebagai suatu dasar perbandingan, sebelum kami bertolak ke lokasi kosmopolitan yang lain di Saigon dan Kolombo tahun depan.

Menyusul situasi COVID-19, kami memutuskan untuk menyusun ulang proyek ini di dalam masa penjarakan fisik dan sosial. Di antara banyak opsi pertunjukan daring, kami menemukan yang terbaik bagi kami adalah menyesuaikan perwujudan proyek ini dalam format pertunjukan berbasis web. Maka, terciptakan jejaring pertunjukan individual-modular dalam situs web interaktif yang sedang Anda masuki ini.

Hotline Service: 081246947535 (WhatsApp)

Produced by:
garasi

Winner of Ibsen Scholarship 2019

Supported by:
asiacentersaisoncitraweb
Previously the project is also co-produced by:
spac
...

Abdi Karya

(Bugis - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Andreas Ari Dwianto

(Jawa - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Arsita Iswardhani

(Jawa - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Darlane Litaay

(Papua - Indonesia)
Collaborating Artist

...

East Flores Theater Collective/STFT

(East Flores - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Gunawan Maryanto

(Jawa - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Micari

(Japan)
Collaborating Artist

...

MN Qomaruddin

(Jawa - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Nyak Ina Raseuki

(Aceh - Indonesia)
Collaborating Artist

...

Venuri Pereira

(Sri Lanka)
Collaborating Artist

...

Yasuhiro Morinaga

(Japan)
Collaborating Artist

...

Yudi Ahmad Tajudin

Director & producer

Yudi adalah salan salah satu pendiri Teater Garasi kolektif seniman lintas disiplin di Yogyakarta. Mewakili Teater Garasi ia menerima Prite Claus Award tahun 2013 dari Prince Claus Fund, Belanda, salah saatunya karena "semangat penjelajahan dan karya-karya inovatif yang merangsang seni pertunjukan di Asia Tenggara." Portfolio kerja keseniannya termasuk proyek-proyek lintas disiplin dengan seniman-seniman pertunjukan dan perupa ternama, terentang dari opera kontemporer, teater-tari, performance art dan interpretasi atas seni pertunjukan tradisional. Di tahun 2014 ia menerima Anugerah Seni dari Menteri Kebudayaan Indonesia. Ia juga peraih Sutradara Terpilih Tahun 2006 versi majalah Tempo dan Asian Cultural Council (ACC) feltow untuk studi teater kontemporer di New York (2011-2012).

...

Ugoran Prasad

Dramaturg & co-producer

Ugoran Prasad adalah seorang penulis fiksi, dramaturg dan peneliti pertunjukan. Ia menjadi seniman mukim Teater Garasi sejak awal tahun 2000-an dan ambil bagian dari sejumlah karya utama Teater Garasi. Ia juga pendiri, anggota, penulis lirik serta penampil utama Melancholic Bitch, kelompok band rock modern yang berbasis di Yogyakarta. Saat ini ia sedang menempuh studi Ph.D untuk Theatre Studies di The Graduate Center, The City University of New York. Ia meraih gelar M.A. (with distinction) dalam International Performance Research, Erasmus Mundus Program di University of Amsterdam, Netherland dan University of Warwick, UK, pada tahun 2013.

...

Ignatius Sugiarto

Technical Director

Ignatius Sugiarto (Clink), bekerja sebagai direktur teknik Teater Garasi/Garasi Performance Institute. Dia terlibat dalam hampir seluruh karya Teater Garasi sebagai direktur teknik dan penata cahaya. Dia juga berkolaborasi dengan banyak seniman pertunjukan dan rupa sebagai penata cahaya dan panggung seperti Yudi Ahmad Tajudin, Jay Soebijakto, Tony Prabowo, Hartati, Miroto, Hiroshi Koike, Soga Masro, Sebastian Matthias, Katia Engel, dan Jan Maertens. Setelah sebelumnya menggeluti keaktoran, kecintaannya pada dunia tata cahaya dan teknik teater dipantik di suatu workshop tata cahaya yang diampu oleh Jennifer Tipton di tahun 1999.

...

Wok the Rock

Website Designer

Wok The Rock adalah seniman yang praktiknya membentang dari seni rupa kontemporer, desain dan musik. Ia adalah anggota kolektif seniman Ruang MES 56, mendistribusikan musik digital secara bebas di Yes No Wave Music, menginisiasi Indonesia Netaudio Forum dan salah satu kurator Nusasonic, sebuah platform musik dan seni bunyi. Ia adalah kurator Biennale Jogja XIII 2015. Wok tertarik bereksperimen dengan kerja kolektif lintas-disiplin, dan intervensi budaya kontemporer menggunakan estetika kuratorial dan pendekatan spekulatif sebagai praktik seninya.

...

SCRIPTMEDIA

Website Developer

SCRIPTMEDIA adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa penerapan Teknologi Informasi yang berdiri di Yogyakarta sejak tahun 2006. Mereka telah dipercaya sebagai pengembang sistem pengelolaan arsip digital oleh berbagai institusi seperti; Yayasan Biennale Jogja, Indonesian Visual Art Archive, Disnakertrans Kabupaten Bantul, Regina Pacis Solo. Tim SCRIPTMEDIA terdiri dari Kurniawan Pujianto (System Analyst), Hidayat Surodijoyo (Front-end Developer), Arie Umarella (Back-end Developer) dan Febrianto M Ipu (Server Analyst).

Floor Director: Andreas Praditya

Video Editor: A. Semali, Yennu Ariendra, Paul Goran, Yustiansyah Lesmana
Cameramen: Abdul Halik Azeez, Andre Nur Latif, Cahya Aprita Catur Putra, Citraweb Broadcast Team, Enggar Asfinsani, Fachrur Rozi, Ito Pugel, Kholif Mundzir Aldry, Krispatje, Micari, Muhammad Taufiq Hidayat, Pascall Ferdinan, Paul Goran, Rian L, Roland Tuanaen, Ruvin De Silva, Sefie Belang, Venuri Perera, Yustiansyah Lesmana

Crew: Baruna Pragi Weksono, Ega Kuspriyanto, Purwoko, Miftakul Effendi
Operator subtitle: Gladhys Elliona, Putu Alit Panca Nugraha

Production Manager: Lusia Neti Cahyani, Dara Hanafi
Program Book: Jean-Pascal Elbaz
Publicist: Dadi Krismatono, Dita Kurnia Raharjo, Gunawan Maryanto, Arsita Iswardhani
Graphic designer: Natasha Tontey
Schedule designer: Syaura Qotrunadha
Translator: Abdal Majed, Astrid Reza, Evi Mariani Sofyan, Gladhys Elliona, Jean-Pascal Elbaz, M.N. Khalimuddin, MN Qomaruddin
Interpreter for Micari: Tomomi Yokosuka

Photo documentation: Tomomi Yokosuka
Video documentation: Belantara Film

Produced by: Teater Garasi/Garasi Performance Institute
Winner of Ibsen Scholarship 2019

Supported by:
The Japan Foundation-Asia Center (2018-2020)
The Saison Foundation (2019-2020)
Citraweb Group (2020)

Previously the project is also co-produced by:
Shizuoka Performing Arts Center (SPAC)

Official Merchandise
Price: Rp 200.000
Contact: Dara (WA 0812-4694-7535) operation hours: 10 am - 5 pm (GMT+7)

“Closing Ceremony”

Seremoni penutupan dari seluruh rangkaian UrFear: Huhu dan Kerumunan Peer Gynt, menghadirkan Hilde Guri Bohlin (Ibsen Awards), Takahashi Yuichi (Japan Foundation Jakarta), dan Yudi Ahmad Tajudin (Sutradara/ko-produser).

https://bit.ly/UrfearClosingNight
Passcode: urfear2020

“Opening Ceremony”

“Multitude of Peer Gynts” is an inter-Asian (Indonesia, Japan, Vietnam and Sri Lanka) contemporary theater collaboration project, which tries to investigate and perform the “fear” and “anxiety” in contemporary Asia, based on the reading and interpretation of Henrik Ibsen’s greatest play: Peer Gynt; using Ibsen’s Peer Gynt as a dramaturgical framework.

Contemporary theater collaboration project, which tries to investigate and perform the “fear” and “anxiety” in contemporary Asia, based on the reading and interpretation of Henrik Ibsen’s greatest play: Peer Gynt; using Ibsen’s Peer Gynt as a dramaturgical framework.

“Seri Bincang Sore Dengan Seniman Kolaborator #1”

Abdi Karya, Gunawan Maryanto, Seniman Teater Flores Timur

23 November 2020 , 15.00 – 17.00 (GMT+7)

Pertunjukan “UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts" melibatkan 11 karya seniman (kolektif) kolaborator dan telah ditampilkan beberapa kali sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Para seniman yang terlibat akan bercerita dan memaparkan perjalanan karya masing-masing dalam seri Bincang Sore bersama Seniman Kolaborator "UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts". Para seniman tentu saja juga ingin mendengar komentar juga masukan atas karya mereka dari para penonton. Acara ini akan dilakukan di ruang pertemuan zoom dan dapat diikuti secara langsung melalui halaman Lobby.

Untuk Anda yang ingin ikut membagi pantulan atas pengalaman menonton, silakan mendaftarkan diri di https://bit.ly/UrfearTalkRegistration sehari sebelum acara berlangsung.

“Seri Bincang Sore Dengan Seniman Kolaborator #3”

Ari Dwianto, Arsita Iswardhani, Darlane Litaay, MN Qomaruddin

24 November 2020 , 15.00 – 17.00 (GMT+7)

Pertunjukan “UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts" melibatkan 11 karya seniman (kolektif) kolaborator dan telah ditampilkan beberapa kali sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Para seniman yang terlibat akan bercerita dan memaparkan perjalanan karya masing-masing dalam seri Bincang Sore bersama Seniman Kolaborator "UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts". Para seniman tentu saja juga ingin mendengar komentar juga masukan atas karya mereka dari para penonton. Acara ini akan dilakukan di ruang pertemuan zoom dan dapat diikuti secara langsung melalui halaman Lobby.

Untuk Anda yang ingin ikut membagi pantulan atas pengalaman menonton, silakan mendaftarkan diri di https://bit.ly/UrfearTalkRegistration sehari sebelum acara berlangsung.

“Seri Bincang Sore Dengan Seniman Kolaborator #3”

26 November 2020 , 15.00 – 17.00 (GMT+7)

Pertunjukan “UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts" melibatkan 11 karya seniman (kolektif) kolaborator dan telah ditampilkan beberapa kali sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Para seniman yang terlibat akan bercerita dan memaparkan perjalanan karya masing-masing dalam seri Bincang Sore bersama Seniman Kolaborator "UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts". Para seniman tentu saja juga ingin mendengar komentar juga masukan atas karya mereka dari para penonton. Acara ini akan dilakukan di ruang pertemuan zoom dan dapat diikuti secara langsung melalui halaman Lobby.

Untuk Anda yang ingin ikut membagi pantulan atas pengalaman menonton, silakan mendaftarkan diri di https://bit.ly/UrfearTalkRegistration sehari sebelum acara berlangsung.

“UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts” is a network of performances based on the re-reading of Henrik Ibsen’s Peer Gynt seen from the perspective of the Global South. A manifestation of the Multitude of Peer Gynts project in 2020, UrFear is built through creating a network of various performance works with a modular approach. The approach is constructed as a method to work with plurality, both in terms of plural subject matters and plural aesthetic-praxes of the project’s collaborators, as a way to experiment with modes of pluriverse performance —performance that is based on an attempt to negotiate singularization.

Moderated by Yudi Ahmad Tajudin (director) and Ugoran Prasad (dramaturg) from Teater Garasi, UrFear consists of modular works by: Abdi Karya, Andreas Ari Dwianto, Arsita Iswardhani, Darlane Litaay, East Flores Theatre Collective, Gunawan Maryanto, MN Qomaruddin, Yasuhiro Morinaga and Nya Ina Raesuki, Micari Fukui, and Venuri Perera. The performance is staged in a web platform designed by Wok The Rock.

Project detail / Production Team / Merchandise / Lobby

“UrFear: Huhu and the Multitude of Peer Gynts” adalah jejaring karya pertunjukan berdasarkan pembacaan ulang lakon Peer Gynt karya Henrik Ibsen, yang dilihat dari sudut pandang Dunia Selatan. UrFear adalah perwujudan dari proyek Multitude of Peer Gynts di tahun 2020, yang disusun melalui penciptaan jejaring karya pertunjukan dengan pendekatan modular, dan dipentaskan di dalam situs web interaktif. Pendekatan ini dibangun sebagai metode untuk bekerja dengan keragaman, baik dalam pengertian keragaman isu maupun keragaman praxis estetik para kolaborator. Pendekatan ini juga merupakan sebuah cara untuk bereksperimen dengan beragam moda pertunjukan dalam semesta-plural (pluriverse) —pertunjukan-pertunjukan yang berupaya menawar proses penunggalan.

Dimoderasi oleh Yudi Ahmad Tajudin (sutradara) dan Ugoran Prasad (dramaturg) dari Teater Garasi, UrFear terdiri dari karya-karya modular yang diciptakan oleh: Abdi Karya, Andreas Ari Dwianto, Arsita Iswardhani, Darlane Litaay, Gunawan Maryanto, MN Qomaruddin, Nyak Ina Raseuki, Seniman Teater Flores Timur (STFT), Micari Fukui, Venuri Perera, dan Yasuhiro Morinaga.

Detail projek / Tim Produksi / Merchandise / Lobby
31 October 2020
15.00 (GMT+7)

Gunawan Maryanto

“The Messiah for Dummies”
interactive performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

15.35 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

16.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

16.30 - 18.00 (GMT+7)

OPENING Night Ceremony

video-conference meet and greet with the artists

19.00 - 22.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

19.30 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

1 November 2020
16.00 - 22.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive theatre game
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

17.00 - 22.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

18.00 - 22.00 (GMT+7)

Arsita Iswardhani

“How the Ghost Worker is Dancing in Your Shoes/Perihal Pekerja Hantu yang Menari di Sepatumu”
durational performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.00, 20.00 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

4 November 2020
16.00 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

17.00, 17.45 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

19.00, 19.30 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

20.00 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

7 November 2020
16.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

17.00 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

17.30 - 22.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

18.00, 18.30 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

19.00, 21.00 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

20.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

8 November 2020
16.00 - 20.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive theatre game
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

18.00, 19.00 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
interactive theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

20.00, 20.30, 21.00 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

11 November 2020
16.00 (GMT+7)

Gunawan Maryanto

“The Messiah for Dummies”
interactive performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

17.00, 18.00 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
interactive theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

19.00 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

20.00, 21.00 (GMT+7)

Gunawan Maryanto

“The Messiah for Dummies”
interactive performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

13 November 2020
09.00 - 13.00 (GMT+7)

Arsita Iswardhani

“How the Ghost-worker is Dancing in Your Shoes”
durational performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

09.30, 16.00 , 16.30 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

10.30 - 21.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive theatre game
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

10.00, 19.00, 20.00 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

11.00 - 21.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

15 November 2020
16.00 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

17.00 - 22.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

18.00 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
interactive theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

19.00, 20.00 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

21.00 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

18 November 2020
16.00, 19.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

17.00, 17.45 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

20.00 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

21.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

21 November 2020
16.00 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

17.00, 17.30, 18.00 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

19.00, 19.30 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

20.00, 21.00 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

22 November 2020
16.00 (GMT+7)

Gunawan Maryanto

“The Messiah for Dummies”
interactive performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

17.00 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

18.00 - 22.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive theater game
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.00 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

20.00, 21.00 (GMT+7)

Gunawan Maryanto

“The Messiah for Dummies”
interactive performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

23 November 2020
15.00 - 17.00 (GMT+7)

Abdi Karya, Gunawan Maryanto, Seniman Teater Flores Timur

“Seri Bincang Sore Dengan Seniman Kolaborator #1”
video-conference meet and greet with the artists
LOBBY

24 November 2020
15.00 - 17.00 (GMT+7)

Ari Dwianto, Arsita Iswardhani, Darlane Litaay, MN Qomaruddin

“Seri Bincang Sore Dengan Seniman Kolaborator #2”
video-conference meet and greet with the artists
LOBBY

25 November 2020
16.00 - 22.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

17.00, 17.30 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

18.00 - 22.00 (GMT+7)

Arsita Iswardhani

“How the Ghost-worker is Dancing in Your Shoes”
durational performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.00, 20.00 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

26 November 2020
15.00 - 17.00 (GMT+7)

Micari, Nyak Ina Raseuki, Venuri Perera, Yasuhiro Morinaga

“Seri Bincang Sore Dengan Seniman Kolaborator #3”
video-conference meet and greet with the artists
LOBBY

27 November 2020
16.00 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

17.00, 17.30, 18.00 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

18.30 - 22.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive theater game
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.30 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

20.30 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

28 November 2020
16.00 , 17.00 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

18.00 - 22.00 (GMT+7)

Arsita Iswardhani

“How the Ghost-worker is Dancing in Your Shoes”
durational performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.00, 19.30 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

20.00, 21.00 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

29 November 2020
19.00 - … (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

19.00 - … (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

19.00 - … (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.00 - … (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

19.00 - … (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

19.00 - … (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

19.00 - … (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

30 November 2020
… - 16.00 (GMT+7)

Darlane Litaay

“Dance with the Minotaur”
dance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

… - 16.00 (GMT+7)

Yasuhiro Morinaga x Nyak Ina Raseuki

“Huhu's UrSound”
sound works
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

… - 16.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

… - 16.00 (GMT+7)

East Flores Theater Collective (STFT)

“Land of Sorrow”
theater
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

… - 16.00 (GMT+7)

Micari

“Aase's Dream”
performance video
STAGE D: Poetic, Senses, and Empires

… - 16.00 (GMT+7)

Venuri Perera

“On Gaze and Anonymity (or See You Don't See Me)”
lecture performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

… - 16.00 (GMT+7)

MN Qomaruddin and Friends from Darfur

“In Search of the Lost Favourite Song”
theatre game
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

16.00 (GMT+7)

Abdi Karya

“On the Origin(s) of Huhu”
lecture performance
STAGE A: Land, Belonging, and Empires

18.00 (GMT+7)

Andreas Ari Dwiyanto

“Monopoly: Asylum Edition”
interactive performance
STAGE B: Labor, Mobility, and Empires

19.30 (GMT+7)

Gunawan Maryanto

“The Messiah for Dummies”
interactive performance
STAGE C: Othering, Messianism and Empires

20.00 - 21.30 (GMT+7)

CLOSING Night Ceremony

video-conference "talk show"

STAGES

REGISTRATION

Registration is successful, please select a ticket for booking a ticket!

BOOKING





Thanks for your purchase!

Please check your email to proceed your payment and further information.

LOGIN


You have not booked a ticket, please book here!

BOOKING





Thanks for your purchase!

Please check your email to proceed your payment and further information.